CorakBiru : Blog Literasi

Membaca, Menganalisis, Menulis

CorakBiru : Kumpulan Puisi

Cinta, Teriakan Hati, Realita

CorakBiru : Artikel

Sastra, Psikologi, Motivasi

CorakBiru : E-Book

Sastra, Psikologi, Motivasi, Kepribadian Dll.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 26 Januari 2014

Event "Cinta di Balik Hujan" by Pena House Agency

...
Merupa denting rindu
Pada rerintiknya yang membasahi bumi cintaku
Adalah rasa bertabur kidung kirana
Tereja bersama bias bianglala
Melesap ke dalam lubuk jiwa paling didamba; paling dicinta...
(Muhrodin ‘AM’)

Rerintik pula mengusik hatiku mulai merindumu
Lelaki hujan, lesap cintamu mulai menyemaikan cintaku
Kanvas hidupku mulai berwarna karenamu
Mungkinkah jua engkau adalah sandaran hati dari-Nya?
(Lavira Az-Zahra)

Minggu, 05 Januari 2014

Terima Kasih Ibu II



Ibu, kini domba lugu
Yang kau gembala dulu sudah pergi
Membawa seonggok rumput
Sebagai bekal hingga lemah langkah

Terima kasih ibu
Rumput yang kau berikan
Akan kumakan daunnya
Dan kusimpan dahannya

Daun menjadi api di dinginku
Dahan sebagai pijakan di raguku
Hingga kaki menyecap langit
Dan tangan memetik bintang

Yang akan kusembahkan
Dalam dekapan kata
“Terima kasih ibu”

 
Noval Irmawan
Purwokerto, 23 Desember 2013

Sabtu, 04 Januari 2014

Terima Kasih Ibu I



Terima kasih ibu
Tanpa hangatmu
Segara tak akan menjadi mega

Tanpa tuntunanmu
Mega tak akan bertangkai menghujan

Tanpa perhatiannmu
Hujan akan lukai ikan-ikan di batang air

 
Noval Irmawan
Purwokerto, 23 Desesmber 2013

Jumat, 03 Januari 2014

Gerimis Kesakitan - Di Kamar Ponpes



Di tengah himpitan lelah meruang
Menyisakan sedikit untukku menyibakan sajadah
Mengepal awan hitam yang kian sesak
Di dalam dada seorang bermuka coreng

Semakin kusam sajadah ini ketika gerimis
Dari sayup mata sembab merintih kesakitan
Dirajam malu oleh wajah lugu yang tertidur
Mencaci sujudku yang sombong

Tetesan ini tak lagi gerimis
Tapi hujan dan petir meraung memecah sunyi
Meronta – ronta meminta belas kasihan
Kepada pemberi kasih

 
Noval Irmawan
Purwokerto, 20 Desember 2013

Kamis, 02 Januari 2014

Di Kala Sabit Berubah Purnama



Gulita meruang di rumahku
Tapi tidak rumah di sekelilingku
Yang terang seperti biasanya
perih dan pilu membelenggu

Semakin pilu ketika kulihat hanya rembulan
Yang remang menyelinap di langit-langit rumah
Mengundang kunang-kunang berdansa
Merayakan sabit yang berubah purnama

 
 Noval Irmawan
Purwokerto, 22 Desember 2013

Rabu, 01 Januari 2014

Bocah-bocah Bermain - di Deras Hujan



Bocah – bocah menyelami deras hujan
Menyusuri jalan sempit sudut kota
Tertawa riang tersebab awan turun untuk tanah
Tak peduli langit temaram, petir meraung

Bocah – bocah tak takut esok demam
Tapi memang esoknya tak demam

Kembali, hari-hari selama hujan masih singgah
Di hati bocah yang selalu cerah disinari mentari pagi


 

Noval Irmawan
Purwokerto, 15 Desember 2013