Cangkulmu kini
bermata dua
Karena alam sudah
tak bersikap baik
Tuan tanah resah,
angin kemarau tertawa
Merobek-robek
harapan yang tertulis di angan
Tuan tanah kini
sudah kehilangan tanahnya yang dulu
Tanahnya kini
menjadi pasir yang berdebu kala tertiup angin
Sesak hela nafasnya
Malampun menjadi
tinggi dan demam
Noval Irmawan
Purwokerto, 09 Desember 2013







0 komentar:
Posting Komentar